Rabu, 02 April 2014

Sebuah Kedamaian Pantai Kondang Merak : Jilid V

Pantai Kondang Merak, tepat dua bulan lalu kami kesana dan akhirnya kami kembali lagi merasakan indahnya kedamaian pantai ini. Berjarak 68 km dari pusat Kota Malang dengan jarak tempuh kurang lebih 2,5 jam apabila menggunakan kendaraan sepeda motor membuat pantai ini menjadi salah satu tujuan wisata di akhir pekan. Bagi saya sendiri ini sudah yang kelima kalinya saya berpetualang ke pantai ini yang selalu menawarkan ketenangan di tengah-tengah alam.

Entah kata-kata apa lagi yang harus saya ungkapkan untuk menggambarkan tentang keindahan pantai ini. Dengan keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana pantai ini tidak akan pernah kehilangan pengagumnya dan bagi saya pantai ini akan selalu mendapat tempat di hati saya pribadi.

Berikut beberapa foto-foto pada waktu kami ngecamp di Pantai Kondang Merak :

 (Eksotisme Karang)

(Tempat Matahari Tenggelam) 

 (Hamparan Lautan)

 (Hamparan Bukit Karang)

 (Alami Hutan)

 (Sebuah Kedamaian Alam)

 (Keindahan Pepohonan)

 (Riak Kecil Gelombang)

 (Api Unggun)

 (Tempat Camp Kami)

(Nafas Kehidupan)

(Pasukan Langit, 2 April 2014)

Jumat, 21 Februari 2014

Eksotisme Pantai Kondang Merak : Jilid IV

Pantai Kondang Merak, memang tidak pernah bosan kami berpetualang ke pantai satu ini. Pantai yang terletak di malang selatan ini memang menawarkan keindahan alam dan ketenangan suasana yang menyejukkan ciri khas pesona pantai. Deburan ombak memecah karang, angin laut berhembus sepoi-sepoi, rona merah di ufuk barat dan masih banyak lagi pesona-pesona alam yang tentunya memberi aroma terapi bagi tubuh untuk melepas kepenatan sejenak dari aktifitas sehari-hari.

Sebelum masuk ke Pantai Kondang Merak kita harus memasuki jalan tanah dan berbatu diantara hutan kurang lebih 4 km yang apabila musim hujan jalanan sangat licin. Kabar baik berhembus kalau tidak aral melintang tahun depan oleh Pemerintah Kabupaten Malang, jalanan ini akan diaspal untuk memudahkan akses masuk menuju Pantai Kondang Merak.

Biaya masuk Pantai Kondang Merak termasuk murah yaitu sebesar Rp. 5000,00/orang. Tidak lupa kami singgah dahulu ke tempat warung Pak Basuki beserta keponakanya yang selalu membantu berjualan yaitu Mas Amin. Minuman Kelapa Muda + Nasi + Sambal + Ikan Tuna Bakar adalah menu favorit kami apabila kesana. Menjelang maghrib tiba kami memutuskan untuk menuju tempat ngecamp dan mendirikan tenda disitu. Malam itu suasana sepi dan tenang, tidak jauh dari kami mendirikan tenda hanya ada dua kelompok lain yang mendirikan tenda.
(Pasukan Langit, 21 Februari 2014)

Berikut beberapa-beberapa foto keindahan Pantai Kondang Merak yang kami abadikan dalam kegiatan petualangan kali ini :

 (Jalan Makadam)

 (4 Km Menuju Pantai Kondang Merak)

 (Warung Pak Basuki)

 (Senja Hari)

 (Rona Senja Sore)

 (Rawa-Rawa 1)

 (Rawa-Rawa 2)

 (Pagi Hari)

 Tempat Camp)

 (View 1)

 (View 2)

 (View 3

 (View 4)

 (View 5)

 (View 6)

 (View 7)

 (View 8)

 (Menikmati Elegi Esok Pagi)

 (Bukit Karang)

 (Indahnya Pasir Putih)

 (Deburan Ombak Kecil)

 (Pasang Surut Ombak Pantai)

 (Deburan Ombak Pantai)

 (Laut Lepas Selatan)

 (Posko SAR Malang)

 (Pak Basuki Membakar Ikan Tuna)

 (Ikan Tuna Bakar)

(Nasi Sambal + Ikan Tuna Bakar + Kelapa Muda)

Selasa, 08 Oktober 2013

Eksotisme Dibalik Kabut Ranu Kumbolo Jilid II (2395 Mdpl)

Mendengar kata “Ranu Kumbolo”, tentunya tidak asing lagi bagi kita semua. Sebuah danau yang berada pada ketinggian 2395 Mdpl terletak di kaki Gunung Semeru dan merupakan salah satu pos jalur pendakian apabila kita ingin mendaki Gunung Semeru (3676 Mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Bagi kami, ini merupakan yang kedua kalinya ke Ranu kumbolo setelah yang pertama pada tahun 2011 lalu.

Perjalanan kali ini kami menggunakan Mobil Pick Up, dan ternyata lebih sulit menggunakan mobil dibanding sepeda motor. Mobil kami sempat terperosok dan harus menggunakan bantuan teman2 pendaki yang lewat untuk mendorong mobil yang sudah dipinggiran jurang. Sebuah pengalaman yang tentunya sangat mendebarkan. Dari Kota Malang perjalanan kita arahkan ke Tumpang melewati Desa Cemoro Kandang, dilanjutkan menuju Desa Gubuk Klakah dimana disini terdapat wisata Arung Jeram dan Air Terjun Coba Pelangi. Dari Desa Gubuk Klakah perjalanan dilanjutkan terus sampai Desa Ngadas dan terus berlanjut sampai Jemplang, yaitu sebuah pertigaan kalau kita ke kiri akan menuju Gunung Bromo. Di Jemplang kita dapat beristirahat karena terdapat warung sambil menyantap tape goreng atau pisang goreng hangat dan menikmati pemandangan sabana di lembah Gunung Watangan serta Gunung Kursi yang sangat hijau.

Dari Jemplang perjalanan dilanjutkan menuju Pos Ranu Pane, sesampai di Pos Ranu Pane ternyata sudah banyak pendaki yang melakukan izin pendaftaran (jangan lupa membawa Surat keterangan Sehat dari Dokter dan Fotocopy KTP 1 lembar). Setelah urusan perizinan selesai, perjalanan pendakian segera dimulai dan berikut catatan perjalanan pendakian kami :

Pos Ranu Pane - Pos I

Perjalanan dimulai melewati jalan beraspal dimana di kanan jalan pemandangan sangat indah dengan latar belakang area persawahan penduduk sekitar. Sesampai pada batas hutan, perjalanan mulai menanjak naik memasuki hutan dan disini cukup menguras tenaga tentunya membutuhkan stamina yang baik. Perjalanan terus mengikuti jalan setapak memutari pinggiran bukit dimana daerah ini dinamakan Landengan Dowo yang pada akhirnya nanti sampai pada Pos 1 dimana terdapat sebuah posko disebelah kiri jalan yang bisa digunakan untuk beristirahat. Perjalanan normal dari Pos I sampai Pos II dapat ditempuh antara 1-1,5 jam perjalanan.

Pos I - Pos II

Perjalanan dari Pos I ke Pos II merupakan perjalanan terpendek dan jarak tempuh normal kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perjalanan yang tidak terlalu menanjak. Pos II ditandai dengan adanya posko peristirahatan di sebelah kanan jalan. Sama halnya Pos I, di Pos II ini pemandangan masih belum kelihatan karena lokasinya berada di dalam hutan yang cukup lebat.

Pos II - Pos III

Perjalanan dari Pos II menuju Pos III merupakan jalur yang memiliki variasi medan baik tanjakan maupun turunan, akan tetapi semakin naik ketinggian pemandangan mulai terlihat bagus. Di pertengahan perjalanan kita akan melewati Watu Rejeng dimana di atas kita batu cadas berwarna hitam tampak menjulang tinggi yang sangat berbahaya apabila longsor. Hawa dingin mulai menusuk dan sesekali hujan kabut datang dan pergi apabila kita melewati Watu Rejeng ini. Disini ada seorang teman kami yang kelelahan dan harus beristirahat cukup lama untuk menghindari kram otot. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam perjalanan kita sampai apda Pos II yang ditandai dengan adanya bangunan di sebelah kanan jalan yang sayangnya waktu kami kesana bangunan ini roboh karena terkena longsor tebing di atasnya.

Pos III - Pos IV

Setelah beristirahat cukup lama di Pos III, perjalanan mulai menanjak kembali tentunya harus berhati-hati apabila tidak ingin mengalami kram otot kaki. Di pertengahan jalan kami sempat menemui para pendaki lain yang mengerang kesakitan karena kram. Banyak sekali para pendaki tidak membawa obat-obatan yang justru memiliki peranan sangat penting apabila kita sakit di tengah perjalanan. Semakin banyak orang yang suka melakukan pendakian tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan dasar dalam dunia pendakian dan obat-obatan apa yang sekiranya yang wajib dibawa dalam pendakian apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum memasuki Pos IV perjalanan kembali datar dan Danau Ranu Kumbolo mulai tampak terlihat dari kejauhan. Kurang lebih 1-1,5 jam perjalanan maka kita sampai Pos IV, sebuah tempat yang sangat indah untuk melihat Danau Ranu Kumbolo secara kelesuruhan diantara kabut yang sesekali datang.

Pos IV – Ranu kumbolo (2395 Mdpl)

Dari Pos IV menuju Danau Ranu kumbolo masih berjalan 30 menit lagi dengan berjalan menyusuri bukit sebelah kanan danau, dan apabila kita melewatinya ketika malam hari cuaca sangat dingin sekali karena kondisi medan yang terbuka dan angin yang langsung turun dari atas ke lembah. Danau Ranu Kumbolo selalu ramai oleh para pendaki, hampir setiap hari selalu ada pendaki yang mendirikan tenda di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Semeru. Semakin meningkatnya orang yang tertarik melakukan dunia pendakian tentunya sekali lagi harus diimbangi dengan pengetahuan dasar tentang pendakian serta peralatan-peralatan apa saja yang harus dipersiapkan. Jangan asal modal nekat saja tapi tanpa diimbangi dengan pengetahuan, peralatan, perlengkapan dan perbekalan yang cukup serta memadai.
(Pasukan langit, 8 Oktober 2013)


Berikut Beberapa Foto Perjalanan Pendakian Menuju Ranu Kumbolo :